Oleh: Bp. Sholihin
Orang Tua dari Ulfah Syarifatul Jannah, Kelas 3 Smart
Perkembangan mutakhir menunjukkan berkat media sosial dan relasi komunikasi yang semakin cepat dan luas, warga Muhammadiyah dapat menerima berbagai informasi ke Islaman dari para muballigh yang beraneka ragam paham dan tipe. Di era demokrasi dan keterbukaan hal itu lumrah terjadi. Boleh jadi sampai batas tertentu dapat menambah informasi, pengetahuan dan kesadaran keislaman. Namun penting dicatat bahwa manakala tidak terseleksi dengan baik bahkan malah diberikan ruang gerak dakwah di Muhammadiyah yang luas, lambat laun dapat MENGERUS PAHAM KEISLAMAN MUHAMMADIYAH. Anggota Persyarikatan pun akan kehilangan karakter Muhammadiyah.
Gerakan dakwah Muhammadiyah mengusung tema besar yaitu Islam berkemajuan. Muhammadiyah menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan membawa perubahan, solutif dan selektif memanfaatkan media sosial secara piawai dan modern. Dakwah Islam yang mengajak bukan mengejek, dakwah yang mencerdaskan bukan membingungkan, dakwah yang mencerahkan bukan yang mendiskriditkan, dakwah yang mengembirakan bukan menyulitkan, dakwah yang memajukan, tetap kokoh dengan prinsip KeIslaman, Islam yang pemahamannya senapas dengan era kontemporer, murni dan mencerahkan, murni dan memajukan yang selalu dinanti masyarakat. Pemahaman Islam yang rahmatal lil’alamin, Islam yang modern dan membangun peradapan.
Karenanya sangat penting untuk mengembalikan aktivitas keagamaan dengan paham keislaman dan orientasi gerakan Muhammadiyah diseluruh lingkungan Persyarikatan pada koridor Persyarikatan. Pimpinan AUM berkewajiban untuk menjaga dan memagarinya pada setiap lingkungan dan tingkatan.
Kembali ke Idiologi Muhammadiyah
Saat ini, kita yang berada di rumah besar Muhammadiyah harus benar-benar memiliki komitmen idiologis yang tinggi terhadap Muhammadiyah karena menjamurnya idiologi-idiologi lain yang berseliweran disekitar kita. Berbagai bentuk kegiatan untuk menghayati dan memahami kembali idiologi Muhammadiyah harus terus dilakukan, diantaranya melalui berbagai forumkajian dan pengajian. Bermuhammadiyah bukan sekedar menikmati indahnya hamparan amal usaha, namun Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki sistem paham/idiologis, sistem gerakan dan sistem perjuangan. Paham Muhammadiyah tentang Islam memiliki manhaj tarjih dan tajdid, bercorak pemurnian dan pembaharuan. Idiologi Muhammadiyah adalah paham agama atau sistem gerakan untuk perjuangan mewujudkan cita-citanya dalam kehidupan. Tujuan gerakan Muhammadiyah adalah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
K.H. A. Dahlan, pendiri Muhammadiyah meminta agar tidak menduakan Muhammadiyah. Pesan beliau, “Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu”. Untuk menyelamatkan Muhammadiyah, K.H. A. Dahlan berpesan 6 hal :
Memegangi Prinsip Gerakan:
Membangun Soliditas Gerakan
Muhammadiyah memang demokratis, tetapi tetap harus selektif. Terlalu terbuka secara leluasa tanpa seleksi akan merugikan persyarikatan. Kolektif kolegial merupakan karakter manajemen Muhammadiyah. Shidiq, tablih,amanah dan fathonah merupakan cermin dan pantulan kepemimpinan Muhammadiyah.
Dalam sidang Tanwir Muhammadiyah di Bandung 2012 ditetapkan Gerakan Revitalisasi Idiologi Persyarikatan, yakni:
Diperlukan peneguhan paham dan soliditas gerakan Muhammadiyah, agar di AUM tidak menjadi pasar bebas idiologi yang sedang gencar dibawa oleh sales-sales idiologi yang tidak sejalan dengan Gerakan Muhammadiyah. Semoga pengajian ini bisa menjadi pagar dan daya seleksi dari paham dan idiologi lain, Aamiin. Semoga
****** Sekian, Semoga Menjadi Ilmu yang Bermanfaat sebagai Amal Jariyah*****Selamat mengamalkan ...
Copyright © 2017 - 2026 SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI All rights reserved.
Developed by sekolahku.web.id