Page 15 - Mumtazah
P. 15
INSPIRASI SANG PROFESSOR 15
Etos
Sang Jerapah
Prof. Dr. Ir.Imam Robandi, MT
Jerapah mengolor lehernya setiap saat. pepohonan yang hijau muda diatas ketinggian
Karena daun-daun yang dibawah tiga meter.
semakin habis maka secara alamiah
jerapah harus mengambil daun-daun di bagian Daun yang diatas dan daun yang dibawaah
yang lebih atas. Jadilah leher jerapah menjadi ibarat pilihan hidup. Untuk menggapai daun
panjang. keuntunganleher panjang adalah yang diatas, jerapah harus bekerja keras untuk
dapat memakan daun-daun yang berada melatih lehernya agar dapat menjangkaunya.
diatas, yang masih hijau, segar, dan bersih. Banyak orang yang menginginkan target yang
Daun yang ada di tanah dapat diberikan untuk tinggi, tetapi usaha keras untuk mencapainya
jerapah yang berleher pendek yang masih tidak dilakukan. Jerapah memberi contoh
tersisa hidup. Jerapah berleher pendek adalah kepada kita. Mereka terlatih dan tertantang
jerapah yang kurang semangat dalam berlatih oleh sistem dan mereka berhasil. Tanpa terasa
untuk memolorkan lehernya. Rumput yang mereka melampauinya.
dibawah pasti tidak selezat daun-daun
Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling
sempurna. Dia mempunyai semangat, cita-cita
dan segalanya. Dia sangat paham bahwa
medan untuk hidup sangat terbatas pula.
Semua harus terencana dengan tepat untuk
menjadi terbaik. Semua orang ingin eksis,
ingin survive, dna ingin menjadi yang terbaik.
Jika anda ingin menjadi guru jadilah guru
terbaik. Jika anda ingin mejadi pedagang
jadilah pedangan terbaik, ingin menjadi politisi
jadilah politisi terbaik, dan jika ingin menjadi
pejabat publik jadilah pejabat publik
terbaik.Sungguh hebat si Jerapah yang
berleher panjang, etos jerapah, etos juara.
Sumber: Imam Robandi. The Ethos of Sakura. 2010.
Yogyakarta: C.V Andi Offset

