Page 11 - Mumtazah
P. 11

POJOK PSIKOLOGI 11

                         MENANAMKAN

KARAKTER ENTREPRENEUR
     PADA ANAK USIA DINI

                                      Muhammad Erwan Syah, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog
                            Konselor SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul

Entrepreuner atau wirausaha memiliki              tetapi harus di tumbuhkan sejak usia dini. Anak
       peran penting untuk mendukung              usia dini menurut Hurlock (2002) merupakan
       perekonomian Indonesia. Diketahui          anak yang berusia 2-6 tahun. Menurut Jean
entrepreuner di Indonesia hanya 1,6% dari         Piaget membagi tahap perkembangan anak
jumlah penduduk yang masih sangat kurang          menjadi 4 tahapan yaitu (a) sensori motor (0-2
untuk mendukung pembangunan ekonomi.              tahun) yaitu pemahaman objek berdasarkan
Sedangkan untuk membangun ekonomi bangsa          organ sensorimotornya (b) pra operasional (2-7
yang maju, menurut sosiolog David Mc Cleiland     tahun) yaitu mampu memberi ciri atau tanda
dibutuhkan minimal 2% atau 4,8 juta               pada objek eksternal (c) kongkrit operasional (7-
entrepreuner dari populasi penduduk Indonesia     11 tahun) yaitu mulai dapat mengembangkan
(Investor Daily, 2011). Sebagai perbandingan,     proses berpikir logis (d) formal operasional (11-
Singapura memiliki entrepreuner 7,2%,             ke atas) yaitu mampu berpikir secara abstrak,
Malaysia 2,1%, Thailand 4,1%, Korea Selatan       hipotesis dan deduktif atau induktif.
4,0%, dan Amerika Serikat 11,5% dari seluruh
populasi penduduknya.                             Sejarah Islam dicatat dengan tinta emas bahwa
                                                  seorang manusia terbaik yang menjadi utusan
Menghadapi persoalan dan tantangan di atas,       Allah SWT yaitu nabi Muhammad SAW sudah
diperlukan karakter yang kuat untuk bertahan      ditanamkan dan dididik menjadi seorang
dan menjadi lebih baik. Salah satu karakter yang  entrepreuner sejak kecil. Bagaimana nabi
penting adalah jiwa kewirausahaan                 Muhammad SAW waktu kecil sudah dapat hidup
(entrepreunership). Membangun karakter            mandiri yaitu menjadi pengembala yang
entrepreunership bukan berarti untuk              menggembalakan kambing orang lain. dari
menciptakan pengusaha atau pedagang, tetapi       contoh ini, Allah SWT telah membentuk karakter
lebih dari itu yaitu entrepreunership ini         yang kuat pada diri Rasulullah SAW. Diantara
dipandang sebagai salah satu karakter yang        karakter-karakter tersebut yaitu sebagai
memiliki kekuatan pribadi dalam menghadapi        organisator yang handal karena dengan
tantangan dunia.                                  menggembala kambing. Maka beliau
                                                  dihadapkan pada situasi agar kambing-kambing
Menumbuhkan karakter entrepreuner tidak bisa      dapat teratur dan tidak terpisah dari kelompok.
ditempuh hanya dalam waktu yang singkat,          Hal ini bermanfaat karena kelak beliau akan
                                                  memimpin seluruh umat manusia untuk taat
                                                  beribadah kepada Allah SWT. Karakter
                                                  berikutnya, bahwa Rasulullah dapat membaca
                                                  kondisi masing-masing kambing. Hal ini sangat
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16