Page 25 - Mumtazah
P. 25

KARYA SISWA, CERPEN 25

                                                Hikmah
                                                Membersihkan
                                                Lingkungan

Silmi, Risma dan Rafi merupakan kakak           Oleh: Muhammad Rafi' (6 Briliant)
       beradik. Mereka sedang tinggal di kota
       Wonosari . Jarak antara rumahnya         Risma langsung berdiri dari tikar dan
dengan sungaisangat dekat. Dari arah dapur,     membukakan pintu. Ibu membawa sayur
Silmi menghampiri Risma yang tengah asyik       mayur setelah belanja dari pasar.
menonton berita. Ia membawa kue dan jus
jeruk kemudian meletakkannya di atas meja.      “Kalian tadi dipanggil ayah untuk pergi
                                                memancing ke sungai” tutur ibu
“Kasihan, masyarakat disana terpaksa
mengungsi karena banjir” Kata Risma sambil      “Ya, bu” jawab mereka tiga serempak.
mencicipi kue yang terletak di atas meja.
“Daerah itu rawan banjir, selain banjir karena  Mereka pun berdiri, dan berpamitan pada ibu
hujan kampung itu juga sering dilanda banjir    mereka. Ketika mereka berjalan menuju
karena air sungai meluap” Silmi menjelaskan     sepeda, Rafi mengutarakan niat baiknya
seakan ia paham berita tersebut.                kepada Sisma dan Silmi, ia menunjukkan
                                                tumpukan sampah di tepi Sungai, dan
Rafi yang baru masuk,ikut dalam pembicaraan     memberi tahu bahwa tumpukan itu merusak
Rilmi dan Risma, langsung ingat peristiwa       lingkungan.
saat pulang sekolah tadi. Ia ingat saat
masyarakat membuang sampah di tepi sungai       Rafi mengusulkan kepada adiknya untuk
hingga sampah itu bertumpuk dan                 memungut sampah dan membuangnya ke
menggangggu keindahan panorama sungai.          tempat sampah. Namun perintah Rafi,
Akhir-akhir ini ia perhatikan ikan makin        dibantah oleh adiknya.
berkurang, mungkin karena air sungai ini tidak
ada dan kotor karena limbah. Lama-lama          “Aku tidak ingin memungut sampah, nanti
kampung ini bisa banjir dan tidak dikunjungi    dikirain pemulung” kata Silmi
oleh wisatawan.
                                                “Bagaimana denganmu Risma, pasti
Ditengah-tengah pikirannya yang sedang          sependapat dengan Rafi?”
melayang, tiba-tiba ibunya mengetuk pintu.
                                                “Tidak, aku lebih sependapat dengan kakak
                                                Silmi”.

                                                Saat setibanya di sungai obrolan mereka
                                                terhenti, saat menemui ayahnya yang sedang
                                                memancing di atas perahu. Mereka menaiki
                                                perahu dan ikut memancing ikan. Sorenya
                                                mereka pulang dengan membawa ikan
                                                banyak, ikan itu langsung dimasak. Ibunya
                                                menyuguhkan nasi panas, ikan goreng dan
                                                sayur mayur.
   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30