Memberi

Memberi

 

Oleh: Melinda Nurjannati, S.Pd.I

Guru SD Muhammadiyah Al-Mujahidin Wonosari 

 

Memberi adalah sebuah kegiatan yang mulia.
Memberi bukan bermaksud merendahkan si penerima.
Memang memberi mengurangi apa yang kita punya.
Namun memberi mendatangkan apa yang tidak terduga.

Kadang kau tak sadar masih ada orangtua.
Kadang kau tak sak sadar ada teman yang slalu menyapa.
Kadang kau tak sadar betapa nikmat hidup sehat jiwa raga.
Kadang kau tak sadar ketika tidur kemudian bangun matamu masih bisa terbuka.
Kadang kau tak sadar jantungmu selalu memompa.
Kadang kau tak sadar detik demi detik nafasmu begitu nyata.
Kadang kau tak sadar tubuhmu masih ada nyawa.
Siapa yang memberi semuanya?
Allah Azza Wajalla

Tak sedikit Allah beri padamu kenikmatan.
Allah beri apa yang kau butuhkan.
Tanpa doa yang harus kau panjatkan.
Bukan soal apa yang kita dapatkan.
Namun ini tentang bagaimana kita merasakan.

Begitu murahnya kasih sayang Allah
Tanpa harus kau bayar susah payah
Lalu pantaskah kau berkeluh kesah ?
Hidupmu penuh amarah ?

Allah memberimu tanpa syarat.
Tak memandang yang beriman maupun yang tak taat.
Karna Allah pemberi rahmat.

Janganlah kau bersikap pelit.
Berlagak sok punya duit.
Mobil dan rumah begitu elit.
Dengan bodyguard yang siap dengan peluit.
Tapi saudaramu tak datang saat kau sakit.
Temanmu menjauh saat kau terlilit.

Memberilah selagi ada dan tak ada.
Saat ada belum tentu kau merasa.
Saat tak ada kau berkata aku tak punya apa-apa.
Memberi tak harus berupa harta.
Tenaga, perhatian dan kesungguhan rasa
Justru hal yang penuh makna.

Memberi perhatian terhadap sesama.
Menghargai terhadap saudara.
Menghormati guru dan orangtua.
Mengasihi yang muda maupun yang renta.
Ini bukan memaksa.
Namun menyadarkan apa yang kau lupa.

Sadarlah kawan semua.
Kita hidup hanya sementara.
Mencari harta boleh saja.
Namun jangan sampai terlena.
Buat apa punya segalanya.
Namun maut mengintai kita.
Takkan ada yang menyangka.
Esok kita hanyalah sebuah nama.