SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

INTEGRASI AGAMA ISLAM TERHADAP MATEMATIKA

Rabu, 19 September 2018 ~ Oleh Meidia Fithri ~ Dilihat 101 Kali

 

Oleh: Jendri Sudaryanto, S.Pd.

Guru SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari 

 

        Pendidikan merupakan suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan potensi diri sehingga mampu menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Pendidikan bertujuan menumbuhkembangkan potensi manusia agar menjadi manusia dewasa, beradab, dan bermoral. Pendidikan akan membawa perubahan sikap, perilaku dan nilai-nilai pada individu, kelompok dan masyarakat. Melalui pendidikan diharapkan mampu membentuk individu-individu yang berkompetensi di bidangnya sehingga sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejalan dengan perkembangan masyarakat, pendidikan banyak menghadapi berbagai tantangan dan hambatan.

      Salah satu bidang ilmu yang dapat menunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah matematika. Matematika sebagai ilmu deduktif sebab dalam matematika tidak menerima generalisasi yang berdasarkan pada observasi, eksperimen, dan coba-coba (induksi). Matematika sebagai ilmu tentang pola dan hubungan sebab dalam matematika sering dicari keseragaman seperti keterkaitan pola-pola dari sekumpulan konsep. Matematika sebagai bahasa sebab matematika merupakan sekumpulan simbol yang memiliki makna. Matematika sebagai ilmu tentang struktur yang terorganisasi sebab berkembang mulai dari unsur yang tidak didefinisikan, keunsur yang didefinisikan, kepostulat/aksioma, ke teorema.

       Matematika adalah salah satu mata pelajaran pokok dan perlu dipelajari. Setiap individu pasti menggunakan ilmu matematika dalam kehidupan sehari-hari, antara lain: berhitung, menghitung, membilang, menyebut, dan lain-lain. Mata pelajaran ini perlu diberikan kepada semua peserta didikuntuk membekali peserta didik dengan kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama.

      Implementasi matematika kedalam kehidupan bermasyarakat dan beragama sangatlah erat. Matematika merupakan salah satu kunci dimana kehidupan akan lebih baik jika kita mampu mengeksplor ilmu-ilmu matematika dengan baik pula. Namun, pembelajaran matematika hendaknya berjalan selaras dengan kemajuan teknologi. Di samping itu, pembelajaran matematika diharapkan dapat membangun nilai dan watak dari setiap peserta didik melalui nilai-nilai agama. Perlu kiranya dunia pendidikan tidak terkecuali matematika siswa juga dapat mempelajari keagungan Allah melalui pendekatan materi-materi matematika. Maka dari itu, pembelajaran matematika harus bermakna.

    Langkah awal merubah pembelajaran yang biasa menjadi bermakna yaitu menjadikan matematika yang menyenangkan. Matematika akan menjadi monster yang menakutkan bila kita takut untuk mempelajarinya, tetapi akan sangat menyenangkan bila kita menyenangi mata pelajaran tersebut dan gemar mempelajarinya. Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu bersabar dan terus berusaha. “Man jadda wajaddda”, barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Dimana ada kemauan pasti ada jalan. Salah besar kalau menganggap matematika itu sulit. Niati dengan basmalah, pelajari dengan senang hati, pahami dengan ketulusan hati, dan jadilah matematikawan yang religius.

        Matematika tidak bisa luput dari akidah agama yang tertanam dalam qalbu kita. Suatu harapan besar, seiring berjalannya waktu terlahir anak-anak putra bangsa yang ahli matematika dan berbanding lurus terhadap penguasaan ilmu agama. Islam agamaku, Allah SWT adalah tuhanku, Nabi Muhammad SAW itu nabiku, Alquran kitab suciku, dan ilmu matematika adalah salah satu jalanku untuk meraih surga-Mu.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT