Oleh: Drg. Nurul Chasanah
Dokter Puskesmas Rongkop Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul
Kesehatan gigi seseorang harus dimulai ketika masih didalam kandungan. Yaitu teletak pada kesehatan ibu hamil karena pada saat usia kehamilan 4 minggu, sudah mulai terbentuk gigi susu pada calon anak. Sementara sering sekali terjadi di kehamilan trimester pertama, ibu hamil kadang masih sangat lemah, tidak mau makan dan juga tidak bisa muntah, sehingga mengakibatkan kurang asupan gizi pada ibu tersebut. Padahal tubuh membutuhkan asupan gizi berupa kalsium dan kalium yang bagus untuk pembentukan tulang dan gigi. Ketika asupan gizi kalsiumnya kurang cukup, maka pembentukan gigi susu anak juga tidak baik atau kurang kuat, sehingga inilah yang menyebabkan banyak anak-anak yang masih kecil namun giginya sudah keropos, karena kurangnya asupan kalsium dari ibunya sejak lahir. Tetapi ketika asupan kalsium sudah tercukupi namun salah pada porsinya atau tidak tepat makannya maka kalsium juga tidak bisa terserap dengan sempurna. Makanan yang banyak mengandung kalsium contohnya ikan, susu, dan sayur-sayuran hijau, ketika makanan ini tidak bisa terserap dengan sempurna maka harus dibantu dengan banyak mengkonsumsi vitamin contohnya vitamin B dan vitamin C, yang dapat membantu penyerapan makanan menjadi sempurna dan yang dimakan tidak hilang melainkan dapat diabsorpsi oleh usus besar. Maka dari itu ibu hamil harus selalu memperhatikan semua asupan gizinya.
Asupan nutrisi gigi orang dewasa dan gigi anak-anak tidak ada perbedaan khusus, namun sifatnya lebih untuk menjaga biar tidak gampang rusak. Pada beberapa sumber makanan, sayur-sayuran dan air minum terdapat kandungan fluor yang berfungsi untuk melapisi permukaan email gigi yaitu lapisan luar gigi yang dapat dilihat, biar tidak gampang keropos. Salah satu cara untuk menjaga dan merawat gigi adalah hindari makan makanan yang dapat merusak gigi yaitu makanan yang banyak mengandung gula tinggi, sukrosa dan karbohidrat seperti pada permen atau manis manisan karena makanan seperti ini akan lengket dan tinggal lebih lama di permukaan gigi sehingga membuat lapisan emailnya akan terkikis habis lalu gigi menjadi berlubang Karena proses ini berlangsung begitu cepat, sekitar kurang lebih 10 menit sudah langsung terbentuk lapisan dari sisa kotoran makanan yang manis-manis dengan campur tangan kuman-kuman yang dapat membuat gigi terkikis. Selain itu, cara kedua dalam menjaga kesehatan gigi adalah rajin menyikat gigi minimal dua kali dalam sehari, dengan cara penyikatan yang baik dan benar yaitu harus satu arah dan gerakan sedikit memutar agar gusinya tidak terdorong-dorong. Menggosok gigi juga tidak boleh terlalu kuat karena bisa mengakibatkan abrasi gigi.
Meskipun anak masih bayi tetapi anak sudah harus dikenalkan dengan yang namanya menyikat gigi atau membersihkan gigi, bisa dengan menggunakan kasa bersih terlebih dahulu, ketika giginya sudah mulai tumbuh baru disikat dengan sikat gigi yang lembut, karena yang paling penting kegiatan ini harus dikenalkan kepada anak sejak dini. Ketika menyikat gigi waktunya harus tepat, yakni setelah makan pagi dan sebelum tidur. Saat anak sudah berumur 5 tahun, akan ada pergantian gigi anak, jadi ibunya harus sering-sering mengecek gigi anak. Terkadang gigi yang akan berganti mengalami goyang terlebih dahulu kemudian baru tumbuh penggantinya, hal ini dikarenakan gigi yang goyang mengalami proses absorpsi yang sempurna. Normalnya, gigi susu memiliki akar gigi, kalau gigi ini mengalami absorpsi sempurna maka gigi susu akan diserap oleh gigi baru sehingga lama-kelamaan gigi susu ini akan terkikis habis dan akan goyang. Tetapi bisa juga terjadi, belum atau tidak goyang namun tiba-tiba tumbuh gigi baru di belakang atau didepannya. Hal ini mengakibatkan gigi mengalami infeksi atau karena tempatnya kurang cukup, tetapi tetap tumbuh di tempat semula karena gigi yang baru lebih besar dari gigi yang lama, maka proses absorpsi ini menjadi tidak sempurna sehingga tidak bisa goyang dan harus diambil giginya.
Beberapa jenis gigi bermasalah, diantaranya gigi sensitif, disebabkan oleh tubulus yang merupakan pori-pori di permukaan gigi terbuka atau karena email gigi yang usang. Gigi berlubang diakibatkan karena adanya bakteri-bakteri yang tinggal, dan ketika kondisi badan kita melemah maka akan menyebabkan sakit gigi serta pembengkakan. Obat yang paling aman untuk penolongan pertama pada sakit gigi bisa dengan mengkonsumsi Paracetamol yang dapat menghilangkan rasa nyeri sesaat, tetapi selanjutnya tetap harus segera diperiksakan ke dokter gigi untuk ditindaklanjuti apa penyebabnya, apakah ada bakteri atau infeksi yang mengharuskan giginya dicabut atau ditambal. Gigi berlubang bisa merambat ke sebelahnya, karena adanya penumpukan kotoran dan bakteri sehingga tidak bisa dilokalisasikan, menyebabkan reaksi asamnya merambat di sebelahnya, apalagi jika tidak pernah dipakai untuk mengunyah maka bakteri pada gigi berlubang akan cepat menyebar. Jadi kalau gigi tidak bisa berfungsi lagi sebaiknya segera dicabut karena akan menimbulkan bakteri dan penyakit di tempat yang lain. Sebenarnya di dalam mulut ada flora normal, yang merupakan bakteri baik yang membantu fungsi mengunyah. Namun kalau ada pencetusnya, bakteri baik itu juga bisa menjadi bakteri berbahaya, contohnya jika ada gigi yang berlubang maka dia akan berkolaborasi dengan kuman-kuman untuk menimbulkan penyakit.
Pertumbuhan gigi rata-rata berhenti pada balita berumur 2 tahun, dan pada umur sekitar 5 tahun akan muncul gigi depan untuk sebagai gigi baru. Selanjutnya akan tumbuh secara berjenjang, ada yang umur 6 tahun, 7 tahun atau 8 tahun akan tumbuh gigi geraham. Gigi susu jumlahnya ada 20, yang terdiri dari gigi atas 10 dan gigi bawah 10. Pada umur 12 tahun rata-rata semua gigi sudah lengkap sehingga jumlahnya yang permanen jadi 24 gigi, setelah umur 12 tahun maka akan muncul gigi geraham kedua, jadi semuanya berjumlah 28 gigi, yang terdiri dari gigi atas 14 gigi dan gigi bawah 14 gigi. Di atas umur 18 tahun maka akan munculah gigi geraham ketiga, dan berdasarkan hasil survey pada gigi inilah yang banyak terjadi masalah. Ada yang tumbuhnya miring atau tidak cukup tempatnya sehingga banyak terjadi infeksi gigi, ada yang sampai tidak bisa buka mulut bahkan ada yang opname karena infeksi yang terlambat.
Jadi pada intinya untuk menjaga gigi tetap sehat, hindari makan makanan yang mengandung gula tinggi, karbohidrat atau mengandung sukrosa tinggi, tetapi harus banyak makan makanan yang mengandung serat seperti sayur-sayuran dan buah buahan, dilengkapi dengan vitamin-vitamin seperti vitamin B, C dan vitamin D untuk membantu pertumbuhan tulang dan penyerapan kalsium. Fosfor dan flour juga sangat dibutuhkan oleh kesehatan gigi guna untuk penguatan jaringan jaringan gusi dan gigi.