Training Parenting dalam Mendampingi Anak Masuk Sekolah Dasar

Training Parenting dalam Mendampingi Anak Masuk Sekolah Dasar

 

         Pada Sabtu lalu 13 Juli 2019, tim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD Muh. Al Mujahidin kembali mengundang wali murid baru TA 2019/2020 dalam acara Training Parenting. Kegiatan training parenting ini mengambil tema: “Luangkan waktu, Berbekal Ilmu untuk Buah Hatiku”, dilaksanakan di Gedung PDHI Siyono yang berlangsung pada pukul 08.30 WIB sampai pukul 12.30 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh 249 wali murid siswa baru baik ayah atau ibu, dan bersifat wajib. Para ayah danibu yang hadir terlihat sangat antusias sekali dalam kegiatan tersebut.

Training Parenting ini menghadirkan Trainer Nasional yaitu H. RUA Zainal Fanani, M.M Pr. NLP-NS. Beliau adalah seorang lulusan S1 dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan lulusan Master Of NLP USA. Sat training, beliau mengajak para orang tua/wali murid untuk serius belajar ilmu asuh, agar dapat mendidik anak-anak dengan baik, sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunah. Dalam paparannya, beliau juga mengatakan bahwa menjadi orang tua generasi milenial ini banyak sekali tantangannya, antara lain Pornografi, Seks menyimpang, Pergaulan bebas, Perzinahan, Pembangkangan Ekstrem, Narkoba, Genk, Vandalisme, Gaya Hidup Hedonistik, Kriminalitas, dan lain-lain. Harus ada kesadaran kuat dari orang tua untuk menanamkan pendidikan agama dan moral sejak usia dini. Karena sesungguhnya tanggung jawab mendidik anak ada pada orang tua. Sekolah merupakan sarana yang membantu kita dalam mendidik putra putri kita. Untuk itu harus ada sinergi yang baik antar orang tua, guru, dan sekolah.

H. Rua Zainal Fanani menampilkan tayangan video inspiratif untuk memberikan motivasi kepada orangtua dalam mendampingi anak-anaknya dan juga memberikan empat macam pola asuh. Ke empat macam pola asuh itu antara lain: pola otoritatif, pola otoriter, pola pemanjaan dan pola pembiaran. Selain itu juga dipaparkan bahwa dalam keluarga perlu di bangun komunikasi yang positif (The Power of Communication).

Di akhir kegiatan, beliau memberikan kesempatan kepada orang tua untuk menuliskan: 1) komitmen orang tua untuk anak-anaknya, 2) bagaimana visi dan misi dalam mendidik anak, 3) muhasabah (evaluasi). Dalam muhasabah (evaluasi) yang pertama: ditawarkan akan menjadi orang tua (kekompakan suami/istri) yang seperti apa dengan pola asuh yang bagaimana dan komitmen perubahannya. Muhasabah yang kedua: bagaimana komunikasi dengan anak, keteladanan & penanaman 3 nilai pokok hidup ruhiah, komitmen untuk sukses belajar anak, komitmen kerjasama dengan sekolah & guru, dan komitmen keteraturan (Jadwal harian).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu sarana memberi ruang komunikasi bagi seluruh unsur penting dalam lembaga pendidikan (sekolah) yaitu siswa, guru, kepala sekolah, dan wali murid. Semoga serangkaian kegiatan tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua, Aamiiiin.

“Orang Tua Hebat, Anak Hebat”.

 

Reporter: Siti Zazimah, S.Pd.