Perkembangan Sekolah dan Guru Muhammadiyah di Kab. Gunungkidul

Perkembangan Sekolah dan Guru Muhammadiyah di Kab. Gunungkidul

Oleh: Bp.Drs.Tamsir, M.Pd.

Ketua Dikdasmen PDM Kab.Gunungkidul

 

        Perkembangan sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gunung kidul secara umum sudah sangat baik. Banyak yang sudah mengalami kemajuan, meskipun harus kita akui masih ada sekolah Muhammadiyah yang tertinggal. Tetapi mayoritas sekolah Muhammadiyah disini sudah berkembang menjadi lebih bagus. Contoh saja, pertama, yang melampau ujian akhir berstandar nasional (USBN) makin banyak sekarang. Jadi sekolah-sekolah Muhammadiyah yang peringkatnya semakin naik sehingga mampu melampaui sekolah-sekolah Negeri itu semakin banyak. Mudah-mudahan prestasi ini akan terus ditingkatkan sehingga jumlah sekolah yang peringkatnya tinggi bisa semakin banyak. Kedua, prestasi dalam bidang Tahfidz. Jika tahun lalu baru sekitar 3 sekolah yang mewisuda Tahfidz, yaitu SD Muh. Al-Mujahidin, SMP Muh. Al-Mujahidin, dan SD Muh. Wonosari, namun sekarang sudah 11 sekolah Muhammadiyah yang mampu mewisuda Tahfidz. Artinya, ini juga merupakan perkembangan yang luar biasa. Disamping itu, guru-guru di Muhammadiyah pun semakin bagus-bagus, mereka adalah guru-guru terbaik yang kita ambil berdasarkan hasil rekrutmen guru dari PDM Kab. Gunungkidul. Guru-guru tersebut menggantikan beliau-beliau yang sudah sepuh yang pengabdiannya sudah luar biasa untuk Muhammadiyah, atau untuk mengisi formasi guru yang masih kosong. Mudah-mudahan kedepannya sekolah Muhammadiyah akan semakin maju dan berkembang lagi, gurunya bagus dengan kinerja mereka yang semakin bagus pula.

       Menurut narasumber, sekolah yang baik adalah sekolah yang benar-benar mampu menjabarkan dan melaksanakan tujuan pendidikan nasional secara konsisten, yaitu dapat melahirkan manusia yang cerdas, manusia yang berkarakter kerja dan berkarakter moral, manusia yang memiliki kemampuan bekerjasama, bertanggung jawab, dan memiliki kemandirian. Untuk sekolah Muhammadiyah di Kab. Guungkidul ini sebagian besar sudah memenuhi kriteria sebagai sekolah yang baik, namun sebagian lagi memang masih perlu ditata. Karena kondisi sekolah Muhammadiyah itu berbeda-beda, ada yang sumber finansialnya besar, dan ada juga yang kecil. Sekolah yang sumber finansialnya kecil, untuk membeli alat-alat pendukung pelaksanaan proses pembelajaran dananya terbatas, akibatnya mereka masih harus berjuang keras. Namun secara umum mayoritas sekolah Muhammadiyah sudah memenuhi kriteria sekolah yang baik. Adapun jumlah sekolah Muhammadiyah di Kab. Gunungkidul mulai dari SD, SMP, dan SMA secara keseluruhan sudah berjumlah 87 sekolah.

        Sedangkan definsi guru yang baik menurut narasumber adalah guru yang memiliki kompetensi kepribadian, pedagogik, sosial, dan profesional, 4 kompetensi ini harus terpenuhi. Selain itu, guru yang baik harus dapat menjadi teladan bagi murid-muridnya dan masyarakat sekitar, mencintai murid-muridnya sehingga memiliki komitmen yang tinggi untuk lebih mengutamakan keberhasilan murid. Adapun jumlah guru-guru Muhammadiyah secara keseluruhan dari bermacam-macam status gurunya, kurang lebih berjumlah 1100 guru. Namun jumlah ini akan terus bergerak naik turun setiap bulan. Dari jumlah tersebut, salah satu guru yang paling berprestasi menurut narasumber adalah Bp.Drs.Andar Jumailan, M.M. Salah satu bentuk prestasi yang telah dikibarkan adalah beliau telah membawa nama baik SD Muh. Al-Mujahidin beberapa kali ke kancah Nasional dan Internasional.

     Harapan narasumber di Milad Muhammadiyah yang ke-106 M ini, semoga sekolah-sekolah Muhammadiyah semakin meningkatkan kinerjanya, murid-muridnya semakin mempunyai daya saing yang tinggi, sehingga mampu mengukir banyak prestasi. Karena Muhammadiyah adalah sebuah gerakan berkemajuan, jadi semua komponen Muhammadiyah harus bergerak lebih maju. Dan harapan di Hari Guru Nasional ini, semoga seluruh guru-guru di Indonesia mampu memerankan peran dan fungsi guru yang sebenarnya, yaitu mendidik, membimbing, mengajar, dan melatih secara profesional, terus meningkatkan kompetensi mereka sehingga benar-benar mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan peran dan fungsinya.

 

Sumber: Hasil Wawancara Tim Jurnalis Cilik SD Muh. Al-Mujahidin