Oleh: Rozak Efendi, S.Pd.
Guru SD Muhammadiyah Al-Mujahidin
Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah banyak memberikan limpahan nikmat yang sangat luar biasa kepada kita semua. Rasa syukur juga kita panjatkan atas bertambahnya usia Muhammadiyah yang memasuki usia 106 tahun. Tentu bukanlah usia yang muda lagi. Perjuangan muhammadiyah dari sejak masa perintisan hingga saat ini, tentu harus terus di kembangkan, terus diperjuangan, demi kemajuan bangsa dan negara tercinta kita, terus memberi sumbangsih untuk kemajuan negara tercinta, Indonesia.
Cita-cita ini harus diiringi dengan semangat perjuangan yang tinggi serta jiwa keikhlasan dari seluruh umat islam, kerukunan, kekompakan dari seluruh warga muhammadiyah dan umat islam pada umumnya harus di jaga, mengingat di era zaman yang semakin berkembang ini,di tengah dinamika hidup yang penuh tantangan dan godaan itu semakin diuji jiwa keikhlasan, ketulusan hari siapa pun yang berkiprah di lingkungan Persyarikatan, terlebih bagi kita yang berada di amal usaha Muhammadiyah. Masihkah ada nilai keikhlasan, ketulusan yang ada dalam jiwa kita yang menjadi kekuatan untuk terus berkiprah di seluruh lingkungan organisasi dan amal usaha Muhammadiyah? Di sinilah kekuatan niat dalam ber-Muhammadiyah menjadi penentu, oleh karena itu niat, semangat perjuangan dan jiwa keikhlasan harus senantiasa di pupuk, supaya tidak berkurang, tidak luntur dari jiwa kita.
Nabi mengajarkan dalam sebuah Haditsnya, dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
??????? ???????? ???????????? ???????? ??????? ?????? ?? ????? ?????? ??????? ?????????? ??? ????? ?????????? ??????????? ??? ????? ??????????? ????? ??????? ?????????? ????????? ?????????? ?? ?????? ??????????? ??????????? ??? ?? ??????? ?????
“Sesungguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya. Sesungguhnya bagi setiap orang adalah apa yang dia niatkan. Barangsiapa (niat) hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya (benar-benar) kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnya untuk dunia yang dia ingin meraihnya atau wanita-wanita yang dia ingin menikahinya, maka (nilai) hijrahnya (sebatas) pada apa yang dia berhijrah karenanya” (HR Bukhari-Muslim).
Ikhlas adalah “membersihkan diri dari sifat riya' dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT”. Ikhlas ialah mengamalkan segala sesuatu dalam hidup ini semata-mata karena Allah. Dengan jiwa ikhlas maka segala sesuatu yang ita kerjakan tidak harus selamanya di bayar dengan upah duniawi, melainkan diubah menjadi amal shaleh dan amal jariyah yang bayarannya ialah pahala dari Allah. Jika dalam memandang suatu tentang urusan dunia semata-mata hanya untuk mengejar dunia, tidak didasari karena iman dan harapan memperoleh kehipudan yang utama diakhirat, maka semuanya akan sia-sia dan hanya keberhasilan dunia itulah yang diperoleh.
Tentu kita sebagai warga persyarikatan muhammadiyah, masih sangat ingat dengan sejarah, Semboyan K.H Ahmad Dahlan yaitu , “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari kehidupan di Muhammadiyah”, sesungguhnya esensinya ialah menanamkan jiwa keihkhlasan dengan tidak meletakkan kepentingan-kepentingan duniawi sebagai motif dan tujuan utama dalam ber-Muhammadiyah. Mereka yang bekerja di amal usaha Muhammadiyah atau aktivitas lainnya dalam Persyarikatan tidak menjadi halangan untuk memperoleh konpensasi seperti gaji dan lainnya sesuai ketentuan. Namun dalam ber-Muhammadiyah niat dan tujuan utamanya bukanlah mencari nafkah dan kepentingan duniawi itu. Ada banyak yang tidak dibayar secara materi dan apa pun yang bersifat duniawi, tetapi menjadi amal dan pahala yang bersifat ruhani dan ukhrawi.
Ikhlas merupakan puncak segala amal, yang membuat manusia senantiasa tenang, mudah bersyukur, sabar, tabah, tawakal kepada Allah. Urusan dunia boleh untuk kita raih, namun harus didasari nilai-nilai keikhlasan dan harus selalu di niati, niat karena Allah, semata-mata mengharap Ridha Allah SWT. Akibatnya menjalani kehidupan di Muhammadiyah menjadi penuh arti dan kesemangatan.