SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Caraku Belajar dari Rumah (BDR)

Kamis, 29 Oktober 2020 ~ Oleh Meidiafithri ~ Dilihat 74 Kali

 

Oleh: Raisya Lakshita Puteri Nayyara

Siswi SD Muh. Al Mujahidin, Kelas 4 Olympiad

 

Sekarang pandemi virus corona sedang berlalu. Aktifitas belajar di sekolahpun terganggu. Sekolah diliburkan sementara waktu, jadi selama sekolah di tutup aku belajar di rumah. Aku membaca materi yang di kirim ustadzah melalui aplikasi whatsapp, lalu aku mengerjakan pertanyaan – pertanyaan yang ada dibuku tugas luring maupun yang dikirim melalui internet. Tugas yang diberikan ustadzah terkadang tidak hanya teori, namun harus praktek dan mengirimkan rekaman video melalui smartphone. Tugas PJOK, tugas tahsin-tahfidz dan tugas SBDP seringkali membuat video maupun kerajinan dan kreasi dari kardus atau barang bekas. Apabila mendapat tugas seperti itu, misalnya untuk membuat video, aku meminta tolong orang tuaku untuk merekamku, atau jika membuat kerajinan atau kreasi, aku meminta tolong orangtuaku juga untuk sedikit membantu menyelesaikan tugasku.

Secara berkala, ustadzah juga memberikan ujian atau evaluasi. Sebelumnya aku akan belajar dengan cara membaca materi yang dikirimkan ustadzah melalu aplikasi whatsapp. Terkadang sebelum aku mengerjakannya, aku diberikan pertanyaan terlebih dahulu oleh orangtuaku untuk mencoba seberapa pahamnya aku terhadap materi yang diberikan. Ustadzah telah memberikan jadwal setiap minggunya, biasanya aku mengikuti jadwal tersebut. Semua tugasku selesai sebelum sholat dluhur, kecuali jika tugas itu tidak bisa aku kerjakan sendiri dan harus meminta bantuan orangtuaku. Orangtuaku semuanya bekerja, jadi aku harus menunggu mereka pulang untuk bisa membantu menyelesaikan tugasku. Adanya pandemic virus corona ini mengharuskan aku bisa akses smartphone maupun laptop, jadi aku harus belajar dengan smartphone atau laptop. Mama memberikan aku waktu membuka smartphone per hari nya hanya 5 jam. Setelah 5 jam, aku sudah tidak bisa lagi membaca ataupun mengerjakan tugas-tugasku. Kata Mama, aku harus bisa memprioritaskan mana yang lebih penting, jika aku membuka youtube ataupun bermain game, pasti tugasku tidak akan selesai, karena smartphone yang aku pegang aku menutup dengan sendirinya.

Aku sangat menikmati belajar dirumah, karena aku bisa lebih fokus juga membaca materi tanpa gangguan siapa-siapa. Belajar dirumah juga asyik dan mudah, karena setelah sholat shubuh aku terkadang bisa tidur lagi, tidak harus mandi pagi sekali untuk persiapan berangkat ke sekolah. Setiap hari aku juga bisa tidur siang, bisa istirahat kapanpun aku mau, tanpa menunggu jadwal istirahat seperti belajar di sekolah.

Terkadang pada saat sekolah aku juga pulang rumah sampai sore hari karena adanya extrakurikuler, jadi waktuku bermain bersama adik maupun bersama teman dan waktu ngobrolku bersama keluarga sangat terbatas.

Belajar dirumah memang menyenangkan dan membuat kita lebih santai, namun aku tetap saja memilih belajar di Sekolah. Belajar di sekolah menurutku lebih menyenangkan, karena ustadzah bisa menyampaikan langsung materi tanpa harus dengan videocall. Aku juga bisa bermain dengan teman-teman sekolahku, aku bisa bermain di playground dan bisa menunggu waktu extrakurikuler dengan bercanda dengan teman-temanku. Belajar di kelas akan lebih berwarna karena banyak teman yang bisa diajak bertukar pendapat tentang materi yang diberikan ustadzah.

Pandemi Virus corona ini memang membosankan. Aku  sangat merindukan sekolah  karena belajar di sekolah itu lebih menyenangkan dari pada belajar di rumah. Semoga pandemic virus corona ini cepat berakhir dan aku bisa masuk sekolah, belajar dan bermain di sekolah bersama teman-teman. Aku rindu sekolah, rindu ustadzah, rindu teman-teman semua….

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT