SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Suka Duka Belajar dari Rumah (BDR)

Kamis, 29 Oktober 2020 ~ Oleh Meidiafithri ~ Dilihat 146 Kali

 

Oleh: Desy Hendri Yanti, S.Kom.I

Wali dari Asryl Khoiru Zaki, Kelas 1 Olympiad

 

Sudah 7 bulan lebih Indonsia dilanda pandemic covid -19. Terhitung per 26 oktober ada 393.000 kasus di Indonesia, dengan angka kesembuhan 396.000 jiwa dan angka kematian 13.534 Jiwa. Sementara di dunia pendidikan ada sekitar 6,9 juta pelajar yang terkena dampak akibat pandemic covid 19 ini. Berbagai metode pembelajaranpun dilakukan oleh sekolah. Beberapa metode tersebut antra lain adalah  luring, daring, Blended learning, Home school dan sebagainya. Dari sekian metode tersebut dilaksanakan secara jarak jauh dan dari rumah masing-masing sehingga dikenal dengan BDR atau Belajar Dari Rumah.

Pelaksanaan BDR tentu ada beberapa dampak yang ditimbulkan, baik itu dampak negatif maupun positif. Salah satu dampak negative BDR adalah kondisi orang tua yang memiliki kedekatan emosional dengan anak merasa kesulitan mendampingi belajar anak, karena anak lebih percaya terhadap Guru ketimbang orangtuanya yang menjadi Guru. Apalagi orang tua yang bekerja, mereka merasakan kesulitan dalam mendampingi anak belajar. Belajar dari Rumah  (BDR) juga tergantung koneksi internet yang terkadang menyulitkan, belum lagi keterbatasan kepemilikan kecanggihan handphone juga berpengaruh bagi beberapa aplikasi seperti webex, zoom meeting, google meet dan lainnya yang itu butuh support kecanggihan tekhnologi. Dengan demikian tidak heran jika penerapan aplikasi ini hanya diikuti oleh beberapa siswa saja yang mampu mengaksesnya terutama pelajar yang berada di kota dan berasal dari golongan orang tua yang berada.

Gagap tekhnologi atau gaptek juga menjadi factor kesulitan bagi bebrapa siswa dan orangtua dalam menerapkan Belajar dari rumah (BDR) ini. Dampak negative yang timbul selanjutnya adalah apabila bagi anak yang lambat dalam memahami pembelajaran menjadi pemicu timbulnya amarah orangtua sehingga menimbulkan kekerasan pada anak seperti mumukul dan mencubit. Dampak lainnya adanya keterbatasan social antara anak dan teman temannya, juga terkadang menimbulkan turunnya semangat dan motivasi anak dalam belajar.

Sementara dampak positif dari Belajar Dari Rumah (BDR) ini adalah anak anak akan lebih aman dari situasi belum jelas pandemi covid 19 ini. Selain itu, anak juga memiliki fleksibelitas dalam mengatur waktu kapan melangsungkan pembelajaran. Intensitas interaksi antara orang tua dan anak juga semakin meningkat, sehingga orang tua dapat mengenal lebih dalam potensi anaknya dan dapat mengawal perkembangan anak. Hal positif selanjutnya adalah timbulnya kerjasama yang baik antara orang tua dan guru dimana orang tua bisa memberikan masukan membangun baik dengan proses pembelajaran atau capaian anak secara akademik maupun non akademik serta perubahan karakter. Sebagaimana di Finlandia, kunci keberhasilan dalam Pendidikan adalah bersahabatnya Guru dan Orangtua.

Di balik plus minus BDR saat ini, yang perlu kita garis bawahi adalah bahwa BDR adalah pilihan yang paling aman sekalipun tidak ideal. Agar BDR ini efektif kata kunci utama yang harus dibangun adalah komunikasi. Intensitas komunikasi antara guru dengan orang tua, guru dengan anak, dan orang tua dengan anak harus ditingkatkan. Pembelajaran jarak jauh sangat potensial menimbulkan kesalahpahaman jika tidak diramu dengan pola komunikasi yang baik. Untuk itu perlu kiranya dirumuskan pola komunikasi yang baik dalam pembelajaran BDR era pandemic ini. Dengan pola komuniasi yang baik insyaAllah pembelajaran BDR akan semakin efektif.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT