SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Menjadi Guru Inovatif dan Berprestasi

Senin, 26 Oktober 2020 ~ Oleh Meidiafithri ~ Dilihat 76 Kali

 

“Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” merupakan semboyan yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara bagi dunia pendidikan khususnya para pendidik di negeri ini. Seorang pendidik atau guru hendaknya menjadi fasilitator dan suri tauladan bagi peserta didiknya.

Menjadi guru merupakan tantangan yang tidak mudah di era sekarang ini. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut seorang guru untuk lebih kreatif, inovatif serta selalu menggugah semangat peserta didik dan lingkungan sekitar untuk perubahan yang lebih baik. Guna meningkatkan profesionalisme dan semangat berinovasi para pendidik dan tenaga pendidik SD Muh. Al Mujahidin Wonosari mengikuti pelatihan peningkatan profesionalisme guru dan karyawan dengan tema “Menjadi Guru Inovatif dan Berprestasi” dengan narasumber Bapak Arifin, M.Pd.I., M. B.A.. Rabu, 21 Oktober 2020 bertempat di Aula SD Muh. Al Mujahidin.

Bapak Arifin, M. Pd. I., M. B. A. merupakan peraih juara 1 guru berprestasi tingkat nasional pada tahun 2019. Sampai saat ini beliau menjadi pelatih calon guru berprestasi tingkat kabupaten Gunungkidul dan merupakan anggota aktif Majelis Dikdasmen PDM Gunungkidul periode 2016-2020. Beliau menyampaikan untuk menjadi guru yang inovatif kita perlu memperhatikan dan melakukan tiga hal, diantaranya.

1. Mindset (pola pikir/pandangan)

Mindset atau pola pikir seseorang mempengaruhi pendekatan orang tersebut dalam menghadapi suatu keadaan. Terdapat dua pola pikir dasar yang membentuk kehidupan kita, yaitu fixed mindset  dan growth mindset. Fixed mindset bisa diartikan sebagai pola pikir tetap, yaitu sebuah penggambaran tentang orang-orang yang percaya bahwa  kualitas, kecerdasan, atau bakat seseorang merupakan sifat yang tetap dan tidak dapat berubah. Sementara growth mindset memiliki keyakinan dasar bahwa kecerdasan mereka dapat berkembang seiring dengan berjalannya waktu, usaha, dan optimisme yang tinggi. Sebagai seorang pendidik hendaknya kita menjadikan growth mindset sebagai pola pikir kita, sehingga mendorong kita untuk terus mencari tahu dan mengembangkan potensi yang ada pada diri kita. Sebaliknya jika kita menjadikan fixed mindset  sebagai pola pikir kita, maka hal tersebut akan menahan kita untuk melakukan hal-hal besar yang mengarah pada perubahan positif dalam diri.

2. Disiplin

Disiplin merupakan sebuah komitmen yang terbentuk melalui perjuangan dan pembiasaan dalam melawan ketidaknyamanan. Orang yang disiplin adalah dia yang berani keluar dari zona nyaman. Disiplin menjadi salah satu kunci keberhasilan seseorang bahkan mampu menghantarkan orang tersebut sampai ke garis finish secara lebih terhormat. 

3. Never Stop Learning

Never Stop Leraning (Jangan Berhenti belajar), untuk menjadi guru inovatif kita dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri dengan selalu memperbaharui pengetahuan dan memiliki kemauan untuk terus mempelajari hal-hal baru.  

Seorang guru harus bisa memulai inovasinya dari hal yang paling sederhana sampai ke hal yang paling rumit, baik dari sisi media, metode, maupun model pembelajaran yang digunakan. Prinsip 5K-as, yaitu: Kerja keras, kerja ikhlas,  kerja cerdas, kerja tuntas, kerja berkualitas,  akan dapat mewujudkan sebagai seorang guru yang berprestasi dan profesional sehingga dapat menghantarkan peserta didik meraih masa depan yang gemilang.

Semoga dengan mengikuti pelatihan ini, seluruh guru SD Muh. Al Mujahiidin mampu menjadi guru kreatif dan berprestasi.

 

Reporter:

Rusyana Endah M, S.Pd. 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT