SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Catatan (NOTES) Kecil untuk Imun si Kecil

Sabtu, 17 Oktober 2020 ~ Oleh Meidiafithri ~ Dilihat 103 Kali

 

Oleh: dr. Nurul Hayati Roisah

Wali dari Aisya Azalia Prabowo, Kelas 4 Brilliant

 

Protokol adaptasi kebiasaan baru (AKB) sudah diberlakukan di Indonesia. Di era AKB ini, sebagian besar masyarakat sudah mulai kembali beraktivitas. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, agar terhindar dari paparan virus Sars-CoV-2 penyebab COVID19. Namun, pandemi sebenarnya belum berakhir sehingga kita tetap perlu menjaga daya tahan tubuh, terlebih untuk anak- anak, dimana mereka merupakan salah satu kelompok usia rentan.

Anak-anak memiliki risiko yang sama dengan orang dewasa untuk terpapar COVID-19. Daya tahan tubuh anak belum terbentuk dengan sempurna. Sistem kekebalan tubuh mereka harus terus beradaptasi agar menjadi lebih kuat. Apa yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga daya tahan tubuh anak?

Berikut beberapa catatan (NOTES-Nutrisi/Olahraga/Tidur/Emosi baik/Suplemen) yang bisa dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan si kecil saat pandemi:

1. Penuhi Nutrisi Anak

Nutrisi pada bayi baru lahir yang tepat adalah pemberian ASI. Di dalam ASI terdapat sejumlah antibodi dan immunoglobulin A (IgA) yang berperan untuk melindungi tubuh, agar tidak mudah terpapar bakteri dan virus pembawa penyakit.

Setelah anak berusia 6 bulan, ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Kita perlu memberikannya makanan pendamping air susu ibu (MPASI) yang sehat dan bergizi seimbang, yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral baik dari sayuran maupun buahbuahan. Kita perlu tahu bahwa MPASI tunggal sudah tidak direkomendasikan karena tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang.

Makanan dan sistem imunitas tubuh memang berhubungan erat. Apabila kekebalan saluran pencernaan baik, maka kekebalan tubuh secara umum juga akan baik. Untuk itu, sajikan makanan yang dapat mendukung imunitas tubuh anak. Diantaranya adalah makanan yang mengandung omega 3 (ikan) vitamin C (sayur dan buah, zinc (ikan, telur, ayam dan buah aprikot), kalsium (daging, susu, sayuran hijau), probiotik (ikan, gandum, biji- bijian, dan madu). Jangan lupa, rutinkan konsumsi madu untuk anak diatas 1 tahun untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Asupan sayur dan buah wajib dikonsumsi anak setiap hari. Sayur dan buah memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Jadi, masukkanlah sayur dan buah 2-3 porsi dalam menu makanan anak setiap harinya. 

Hal ini juga sesuai dengan anjuran PHBSIM sekolah kita. Jadi, kita sebagai orang tua harus mempunyai banyak cara untuk membuat anak kita suka makan sayur dan buah. Hal ini bisa kita lakukan salah satunya dengan memberikan contoh, orangtua mengganti camilan berbahan dasar sayur dan buah, menanamkan pengertian bahwa sayur dan buah adalah makanan yang enak dan kekinian, menjelaskan manfaatnya dengan bahasa mereka, sehingga anak akan tertarik untuk makan sayur dan buah tanpa harus ada drama.

2. Rajin Berolahraga

Olahraga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh apabila rutin dilakukan. Pada masa pandemi ini, disarankan untuk melakukan olahraga selama 15–30 menit setiap harinya. Kita bisa mengajak anak bermain sambil olahraga di sekitar rumah. Usahakan olahraga yang tidak berkelompok dan bisa dilakukan di rumah untuk menghindari kerumuman. Kita bisa melakukan olahraga ringan seperti yang dishare dalam materi PJOK sekolah kita. Bisa dengan stretching, melakukan plank, lari 2x15 meter di halaman rumah atau jika ada bisa menggunakan treadmill, lempar dan tangkap bola dan bersepeda statis ato bersepeda di halaman rumah. Hindari bersepeda bersama- sama di luar rumah tanpa masker seperti yang sedang tren saat ini karena hal tersebut justru akan meningkatkan resiko penularan Covid-19.

3. Tidur yang Cukup

Tidur/ Istirahat yang cukup membuat sel-sel tubuh yang rusak akan kembali beregenerasi menjadi sel-sel baru. Apabila kurang tidur, maka tubuh tidak ada kesempatan untuk membentuk sel-sel baru. Bayi membutuhkan tidur selama 18 jam. Saat usia balita, waktu yang dibutuhkan untuk tidur adalah selama 12–13 jam. Di usia lima tahun ke atas, anak membutuhkan waktu tidur 10 jam sehari. Inilah sebabnya mengapa dalam anjuran PHBSIM di sekolah kita, anak harus dibiasakan istirahat yang cukup setiap harinya.

4. Kontrol Emosi

Emosi yang terkontrol untuk mencegah peningkatan hormon kortisol yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Agar emosi anak dapat terkelola dengan baik, buat suasana rumah yang nyaman dan aman untuk mereka, berikan mainan yang edukatif dan biarkan mereka berkreasi untuk mengurangi kejenuhan saat harus di rumah saja. Jangan lupa, bangun kedekatan emosional yang baik dan alihkan minat anak untuk lebih mendekatkan diri pada Allah seperti murojaah bersama, dll.

5. Minum dan Makan Suplemen

Suplemen/ Vitamin yang sudah terbukti dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mencegah paparan COVID-19 adalah vitamin D. Vitamin D mampu membantu meningkatkan sel-sel imunitas seperti sel T dan makrofag. Tubuh anak secara alami menghasilkan vitamin D ketika anak berada di bawah sinar matahari. Namun, di tengah pandemi seperti saat ini, anak-anak bisa saja kurang terpapar sinar matahari lantaran harus tetap berada di rumah. Jadi mulai sekarang, meski anakanak harus tetap di rumah, biasakan untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 15 menit sekitar pukul 8-10 pagi. Selain itu, agar anak tidak kekurangan vitamin D, berikan mereka beragam makanan yang diperkaya vitamin D ini, seperti bayam, kubis, kacang kedelai, sarden, salmon, serta oatmeal dan sereal. Jika asupan makanan tersebut kurang, kita juga dapat menambah asupan vitamin D berupa suplemen vitamin.

Tapi ingat, PENCEGAHAN LEBIH BAIK DARI PENGOBATAN senantiasa menjadi solusi terbaik. Pencegahan tertular corona dengan cuci tangan rutin, memakai masker dan face shield, physical distancing, dan slogan tetap di rumah, masih menjadi bagian yang paling penting untuk memutus rantai penularan virus ini. Demikian beberapa kiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak, semoga bermanfaat.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT