SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Pentingnya Membangun Komunikasi pada saat BDR (Belajar Dari Rumah)

Kamis, 08 Oktober 2020 ~ Oleh Meidiafithri ~ Dilihat 118 Kali

 

Oleh: Amini Noor Masyitoh, S.Pd.

Guru SD Muh. Al Mujahidin

 

Pandemi virus corona (covid-19) sampai saat ini masih belum mereda. Tingginya tingkat penyebaran virus corona di berbagai daerah mengakibatkan kebijakan untuk belajar di rumah masih berlangsung hingga saat ini.  Beberapa anak  maupun orang tua mengeluh bahwa menjalani sistem Pembelajaran daring merupakan tantangan tersendiri. Kegiatan belajar di rumah yang berlangsung cukup lama membuat siswa merasa bosan. Dalam hal ini beberapa orang tua juga mengalami kesulitan.

Sebagian besar yang menjadi perhatian dari anak dan orang tua dalam menjalani BDR adalah anak - anak di kelas bawah masih sulit untuk fokus lama dalam mengikuti pembelajaran online seperti pada saat menyimak video pembelajaran. Selain itu, interaksi antara siswa dengan guru dan interaksi sesama siswa yang hanya dapat dilakukan secara online juga dirasakan ikut memberikan pengaruh dalam semangat belajar anak - anak. Disinilah pentingnya komunikasi efektif antara orang tua, guru, dan siswa.

 

Komunikasi tiga

Membangun bonding atau kedekatan antara guru dan siswa, sesama siswa, ataupun guru dengan orang tua, diharapkan dapat membantu meningkatkan semangat serta kelancaran dalam kegiatan Pembelajaran Daring. Komunikasi tiga arah antara guru-siswa-orang tua sangat diperlukan, meskipun hanya melalui media sosial seperti WhatsApp. Alhamdulillah, selama ini sekolah sudah menerapkan hal itu sehingga dapat mempermudah orang tua dan guru dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi.

Guru tentu sudah berinovasi dan berkreasi dalam memberikan tugas kepada siswa. Penyampaian materi yang sudah dilakukan yaitu dengan membuat video dan tugas pembelajaran sesuai materi kurikulum. Untuk Tahsin dan Tahfidz setiap minggunya dijadwalkan video call. Guru menyimak sesuai dengan pencapaian masing-masing siswa.

Sebagai bentuk upaya dan perhatian untuk meningkatkan keterikatan dan keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran, SD Muhammadiyah Al Mujahidin juga menjadwalkan kegiatan menyapa siswa yang dinamakan GMS (Gerakan Menyapa Siswa) setiap minggunya. Kedepannya GMS akan diadakan melalui aplikasi Zoom yang dilanjutkan dengan penyampaian materi pembelajaran. GMS yang sudah berlangsung beberapa bulan sebelumnya merupakan wadah interaksi guru dan siswa dalam kelompok kecil terutama pendampingan ibadah maupun hafalan, perkembangan life skills dan membangun karakter siswa. GMS ini bersifat ringan dan santai. Siswa dapat menyampaikan kesulitan yang dihadapi, atau bercerita dengan teman-temannya. Untuk siswa di kelas atas, kegiatan ini menjadi semacam ruang konsultasi bagi mereka.

Pada saat kegiatan GMS dapat diisi juga dengan kegiatan bercerita, tanya jawab atau menunjukkan hobinya untuk menghibur teman-teman lain. Melalui GMS guru dapat mengetahui situasi dan kondisi masing-masing anak secara intensif, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengkreasikan kegiatan Pembelajaran Daring selanjutnya supaya efektif bagi anak. Hal lainnya adalah pertimbangan mengenai pentingnya pendapat anak-anak sebagai subyek dalam kegiatan pembelajaran. Anak-anak bisa menyampaikan kesulitan yang dihadapi selama proses pembelajaran daring. Dari sinilah kita dapat mengetahui kebutuhan dan kesulitan mereka yang dapat kita bantu.

Kegiatan GMS saat ini digantikan dengan zoom yang sudah dijadwalkan setiap minggunya.  Pada saat zoom, sebelum memulai proses belajar, saya mencoba memberikan games atau tebak-tebakan bersama murid. Tujuannya sederhana yaitu tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Setelah memberikan games, murid-murid mulai belajar materi yang sudah dijadwalkan hari itu.

Komunikasi tentu memerlukan proses berkelanjutan supaya dapat terus memberikan kontribusi untuk pengembangan pendidikan anak. Bentuk komunikasi yang konstruktif dan saling memahami di antara stakeholder pendidikan akan dapat membangun budaya positif dalam sebuah institusi sekolah. Sekolah menyadari akan ada banyak tantangan ke depan yang dihadapi dalam dunia pendidikan, sehingga penting untuk memperkuat komunikasi dan kerjasama dengan setiap pihak.  Siswa dan orang tua sejauh ini sudah memahami pola belajar kombinasi daring dan luring yang sudah berlangsung di SD Mujahidin saat ini. Mari kita bangun budaya komunikasi positif antara sekolah, siswa, dan orang tua agar dapat mencari solusi bersama demi terciptanya kegiatan pembelajaran yang lebih baik.

 

 

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT