SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Pengalaman Pembelajaran dalam Jaringan

Jum'at, 10 April 2020 ~ Oleh Meidia Fithri ~ Dilihat 301 Kali

 

Oleh: Weni Widyaningsih, S.Pd.

Guru SD Muhammadiyah Al Mujahidin

 

           Pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) di SD Muhammadiyah Al Mujahidin sudah diberlakukan sejak tanggal 16 Maret lalu. Kebijakan ini diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang telah meluas ke berbagai daerah. Siswa belajar di rumah dengan didampingi orang tua dan melakukan kegiatan belajar sesuai dengan arahan guru. Guru dan karyawan bekerja dari rumah dan diwajibkan untuk aktif di media sosial Whatsapp pada jam-jam yang telah ditentukan.

         Metode daring merupakan hal yang baru bagi guru, siswa, maupun orang tua. Pembelajaran biasanya dilakukan secara tatap muka di dalam kelas, sementara saat ini guru dan siswa berinteraksi melalui dunia maya. Siswa yang berada di bangku sekolah dasar masih perlu pendampingan orang tua dalam menggunakan gadget. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam mendampingi anak selama proses pembelajaran jarak jauh.

       Setiap hari, guru menyampaikan kegiatan belajar atau tugas yang harus dikerjakan anak melalui grup Whatsapp kelas masing-masing. Orang tua kemudian menyampaikan kepada anak dan mengondisikan agar anak dapat belajar sesuai dengan arahan guru. Orang tua yang bekerja biasanya dapat mendampingi anak belajar ketika malam hari. Selanjutnya, jika anak sudah menyelesaikan tugasnya, maka orang tua memberikan laporan kepada wali kelas melalui google form atau dikirim via Whatsapp.

      Tugas yang diberikan guru kepada siswa setiap harinya bervariasi. Ada yang ditugaskan untuk membaca, menulis cerita, mengerjakan soal di buku paket maupun melalui google form, menggambar, mewarnai, membuat karya, menyanyi, dan membuat video. Selain itu, ada juga tugas yang berhubungan dengan lifeskill seperti membantu orang tua membersihkan lingkungan rumah, menyapu, mencuci peralatan makan dan minum, menanam bunga, dan memasak. Membaca Al-Qur’an dan menambah hafalan surat juga tak lupa menjadi bagian dari kegiatan belajar siswa di rumah.

      Metode daring sangat mengandalkan jaringan internet. Beberapa wali murid ada yang mengalami kendala dalam mengakses link yang telah dibagikan karena sinyal yang kurang bagus. Ada juga yang kesulitan dalam mengunggah foto ke google form. Selain itu, karena  guru dan siswa tidak berinteraksi secara langsung maka guru hanya bisa mengecek pemahaman siswa terhadap suatu materi melalui kuis di google form.

      Tidak terasa sudah hampir 4 pekan pembelajaran jarak jauh ini berlangsung. Beberapa siswa sudah mengaku bosan,  merasa rindu belajar di sekolah, merindukan teman-teman juga ustadz-ustadzah. Akan tetapi, inilah yang harus kita jalani guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Belajar di rumah, bekerja dari rumah.

Terima kasih kepada orang tua yang telah mendampingi anak belajar di rumah. Semoga pandemi ini cepat berlalu sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah dan kegiatan lainnya dapat kembali berjalan seperti sedia kala.

Salam sehat! Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan, jaga jarak, dan hindari keramaian.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT