SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Belajar di Tengah Wabah Corona

Rabu, 01 April 2020 ~ Oleh Meidia Fithri ~ Dilihat 434 Kali

 

Oleh: Shafa Felisha

Siswi SD Muh. Al Mujahidin, Kelas VI Brilliant

 

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...        

         Perkenalkan nama saya Shafa Felisha dari kelas 6 Brilliant. Disini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya sebagai siswa kelas VI yang harus belajar dan mengikuti Try Out di tengah wabah corona yang sedang melanda Negara kita Indonesia, sehingga saya pun harus melakukan pembelajaran jarak jauh dan Try Out secara online di rumah.

Wabah corona ini sangat menghambat proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan di sekolah setiap harinya, sehingga harus dilakukan dirumah, selain itu tugas-tugas yang diberikan ustadz/ustadzah pun harus dikirim online melalui aplikasi WA. Hampir setiap hari ustadz/ustadzah memberikan pembelajaran dan tugas melalui WA dan harus saya kerjakan di rumah. Selain itu, soal-soal Try Out pun dikirim melalui WA orang tua masing-masing untuk diteruskan ke anak-anak agar segera dikerjakan berdasarkan waktu yang sudah ditentukan dari sekolah.

Sebenarnya saya merasa jenuh dengan pembelajaran seperti ini. Tetapi saya tetap berusaha tegar dan membuat nyaman pembelajaran ini karena saya tahu ini semua untuk kebaikan kita bersama. Saya jenuh mungkin karena di rumah saya tidak bisa belajar seperti biasa di sekolah, tidak bisa berkumpul bersama teman-teman, dan tidak bisa bermain dengan mereka semuanya. Sedangkan di rumah saya tidak mempunyai hiburan seperti di sekolah. Libur panjang ini membuat saya merasa rindu dengan kehebohan saat saya sedang bermain dan bercanda bersama teman-teman.

Setelah sekitar 2 pekan lamanya belajar jarak jauh dari rumah, saya mendapatkan kabar dari media online bahwa Ujian Nasional (UN) tahun 2020 akan dihapus atau ditiadakan. Dikarenakan dampak dari wabah corona yang saat ini sedang melanda Indonesia bahkan negara-negara lain di dunia. Mendengar bahwa Ujian Nasional  2020 akan dihapuskan, saya merasa senang dan sedih. Kenapa saya merasa senang, karena saya merasa sekolah jadi tidak terbebani karena ujian nasional dihapus, bagi saya ujian nasional adalah suatu hal yang menakutkan dan membuat tegang semua siswa sekolah.

Akan tetapi disisi lain saya juga merasa sangat sedih dan sedikit kecewa, karena tanpa Ujian Nasional sepertinya akan membuat saya menjadi semakin santai, ataupun bermalas-malasan dan kurang semangat dalam belajar untuk mendapatkan nilai ujian nasional yang maksimal. Karena, kelulusan nantinya akan dinilai dari nilai rapor tiap semester dan nilai keseharian bukan dari nilai ujian nasional. Tetapi ini semua pasti akan banyak hikmah yang dapat dipetik. Salah satunya, angkatan kami akan menjadi angkatan yang paling dikenang karena merupakan angkatan pertama yang insyaallah semua akan lulus tanpa Ujian Nasional.

Harapan saya sebagai siswa saat ini yaitu semoga wabah corona di Indonesia segera berakhir, agar saya sebagai siswa bisa belajar disekolah lagi bersama teman-teman, dan semua warga Negara Indonesia bisa beraktifitas seperti biasa lagi.

Demikian sedikit cerita dari saya, apabila ada kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan. Terimakasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

 

                                                                                               

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT