SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Mengenal Lebih Dalam Tentang Penyakit Antraks

Jum'at, 14 Februari 2020 ~ Oleh Meidia Fithri ~ Dilihat 224 Kali

 

Oleh: Bp. Eko Mujiarto, S.Kep.,Ns.

Seksi P2PTM & Zoonosis Dinas Kesehatan Kab. Gunungkidul

 

Antraks adalah salah satu penyakit menular akut, yang disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis, tergolong penyakit zoonosis yang menular dari hewan ke manusia. Dan sampai saat ini belum ada informasi yang menular dari manusia ke manusia. Hanya hewan ke manusia, yaitu hewan pemamah biak, terutama hewan herbivora, seperti sapi, kerbau, kuda, domba, kambing dan sebagainya. Berdasarkan data yang diperoleh, pertama kali muncul penyakit Antraks di Kabupaten Gunungkidul terjadi di Bejiharjo pada tahun 2019. Dan sampai saat ini telah ada 30 orang yang terkena penyakit Antraks, 30 orang ini adalah pasien Antraks dengan hasil laboratoriumnya menunjukkan serum positif.

Antraks dibagi menjadi 3 golongan, yaitu Antraks Kulit atau Titanius, Antraks Pencernaan dan Antraks Pernapasan. Tanda-tanda manusia jika terkena Antraks kulit, akan timbul koreng atau bercak di kulit pipi dan leher, jarang terjadi di badan walapun mungkin ada tapi umumnya hanya ada di tangan, kaki, pipi dan leher. Koreng akan muncul dalam waktu beberapa hari, dan di tengah koreng akan muncul bercak hitam. Antraks jenis ini juga selalu disertai dengan demam atau panas badan. Sedangkan Antraks pencernaan, ditandai dengan mual, muntah, atau dieare berdarah. Dan Antraks pernapasan disertai dengan demam, panas, sesak nafas, terkadang batuk berdarah. Sedangkan ciri khas hewan yang sudah terkena Antraks, ada data panas suhu tubuh dari peternakan atau dokter hewan. Lesu, tidak bisa berdiri dan di bagian tubuhnya terutama limpahnya membesar.

Sapi yang sudah terkena Antraks, ketika mati kuburannya harus dicor. Karena saat bakteri Antraks ini keluar dari sapi maka dia akan berbentuk spora yang membuat bakteri ini bisa bertahan sampai lama. Spora adalah perlindungan dari bakteri ini. Jadi pada saat sapi dikubur bearti bakteri akan ikut terkubur pada kondisi yang tidak baik, lalu dia akan berubah menjadi spora. Ketika kondisi tertentu, misalnya hujan atau kemarau spora akan terangkat kembali ke atas, namun jika kuburannya sudah dicor tidak akan ada lagi lubang untuk bakteri keluar ke atas dan tidak akan menjadi bibit penyakit antraks lagi.

Adapun beberapa upaya pencegahan penyakit Antraks diantaranya, pertama tidak mengkonsumsi hewan yang sudah tercemar, selalu menjaga hidup bersih dan sehat, mengkonsumsi daging yang sehat dan berasal dari hewan yang sehat, memasak daging sampai benar-benar matang, karena bakteri Antraks ini akan mati pada suhu pemanasan 100 derajat celcius selama 5-10 menit. Mengenakan baju khusus untuk menangani sapi yang terkena Antraks, salah satunya harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai upaya untuk mencegah tidak tertularnya penyakit itu. Sedangkan untuk perlindungan sapi sendiri agar tidak terkena Antraks, bisa dengan memberikan vaksin pada sapi tersebut yang merupakan salah satu pertahanan dari sapi setiap 6 bulan sekali. Tetapi belum ada vaksin untuk manusia karena faktor resiko yang lebih tinggi.

Manusia tidak mudah terkena Antarks, karena ketika bakteri masuk ke tubuh kita tidak serta merta kita langsung terkena Antraks. Karena Allah sudah memberikan pertolongan kepada kita berupa asam lambung yang sifatnya asam, dan bakteri bisa mati karena terkena asam lambung kita. Selain itu, bakteri juga butuh banyak spora untuk mengakibatkan penyakit Antraks. Butuh proses panjang untuk menimbulkan penyakit Antraks pada manusia. Yang perlu dipahami, aemua penyakit itu berbahaya kalau tidak diobati, apalagi penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Karena bakteru akan mudah berkembang jika tidak segera diobati. Penyakit Antraks bisa dikatakan berbahaya bisa juga tidak. Tetapi dengan penanganan dan tata pelaksanaan yang baik, pasien Antraks akan bisa sembuh seperti penyakit lainnya.

 

Sumber:

Hasil Wawancara Jurnalis Cilik SD Muh. Al Mujahidin (Fida-4 Brilliant, Dafi-5 Smart)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT