SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Indahnya Perjalanan Umroh Sekeluarga Bersama SD Muh. Al Mujahidin

Selasa, 14 Januari 2020 ~ Oleh Meidia Fithri ~ Dilihat 132 Kali

 

Oleh: Abisecha Nizam Athaya Tsani

Siswa SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Kelas 5 Smart

 

LABBAIK ALLAHHUMMA LABBAIK LABBAIKALAA SYARIIKALAKA LABBAIK…

INNAL HAMDA WA NI’MATA LAKA WAL MULK LAA SYARII KALAK….

 

Sesuai jadwal yang sudah di tentukan, aku dan keluargaku akan pergi ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh. Hari itu tanggal 28 Desember 2019, sekitar pukul 02.30 pagi, kami bersiap-siap untuk pergi ke tanah suci. Pagi-pagi aku sudah mempersiapkan diri untuk berangkat, aku berangkat dari rumah menuju titik berkumpul bersama jamaah yang lain di Gading Playen lokasi travel agent yang akan mengantar kami. Sekitar pukul 03.00 WIB bis berangkat mengantar kami dari gading menuju ke bandara. Ada sekitar 80 jamaah yang berangkat, dengan mengendarai 2 unit bus.

Bandara yang akan kami tuju adalah bandara Adi Soemarmo, Solo. Di jalan, karena kami mendengar azan subuh, kami berhenti sejenak di masjid sekitar kota Klaten untuk menunaikan ibadah sholat Subuh berjamaah. Setelah selesai sholat subuh berjamaah, kami lanjutkan kembali perjalanan menuju bandara. Alhamdulillah kami sampai dibandara pukul 06.00 wib, padahal check in dijadwalkan pukul 07.30 WIB. Kami gunakan waktu yang masih longgar untuk berfoto bersama, mengabadikan moment ini.

Akhirnya tibalah saat check in di bandara. Kami melalui beberapa titik pemeriksaan petugas sebelum akhirnya kami bisa masuk menuju ke dalam pesawat. Alhamdulillah pemeriksaan petugas bandara sudah kami lalui dengan lancar. Kami dipersilahkan masuk ke pesawat dengan menunjukkan boarding pass yang kami bawa masing-masing, duduk sesuai kursi yang sudah ditentukan di tiket pesawat.

Pesawat yang di gunakan rombongan kami adalah Lion Air, dari solo langsung ke Madinah (Arab) tanpa transit di negara lain. Rencana penerbangan panjang membutuhkan  waktu sekitar 11,5 jam. Ternyata ada jamaah umroh dari kota lain yang gagal berangkat, sehingga kondisi pesawat banyak seat yang kosong. Aku bisa memilih tempat duduk sesuai kenyamanan termasuk duduk di dekat jendela. Di pesawat pun kami tetap melaksanakan sholat fardu berjamaah dengan di jamak taqdim. Kami sholat dengan posisi duduk di seat masing-masing dan bersuci dengan cara tayamum.

Setelah melalaui penerbangan yang cukup panjang alhamdulillah akhirnya pesawat mendarat di Madinah di bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz International Airport.  

 

Madinah

Kami disambut oleh muthawif (pemandu) di bandara dan dipersilahkan naik bis yang disediakan. Kami berada di bis sekitar 15 menit perjalanan dari bandara menuju ke hotel. Sesampai di hotel, karena harus proses check in kamar dan menurunkan koper, kami se-rombongan terlambat untuk ikut sholat maghrib di masjid nabawi, sehingga kami niatkan menjamak takhir menunggu sholat isya’ dan menjadikan satu dengan sholat magrib. Selesai sholat, kami serombongan dipersilahkan makan malam di restaurant hotel.

Hotel yang kita tempati adalah hotel Hayah Taqwa, kami tinggal di Madinah kurang lebih selama 3 hari. Senang sekali rasanya, aku bisa beribadah sholat berjamaah 5 waktu di masjid Nabawi, yang Allah janjikan pahalanya berlipat 1000 kali dibandingkan sholat berjamaah di masjid lainnya. Aku juga berkesempatan masuk ke Roudhoh (terletak antara rumah dan mimbar Rasulullah) tempat yang mustajab untuk berdoa.

Hari ke dua di madinah kami diajak juga oleh muthawif untuk melaksanakan city tour disekitar kota Madinah, misalnya ziarah ke makam sahabat Rasululloh (Al Baqi’) dan ke masjid-masjid bersejarah disekitar masjid Nabawi, ke kebun kurma dan juga ke Jabal Uhud. 

Setelah 3 hari di Madinah tibalah kami lanjutkan perjalanan ke kota Makkah (tanah suci), perjalanan dari Madinah ke Makkah menggunakan bis sekitar 6 jam. Waktu di bis kami di ingatkan untuk mengambil miqot (niat) di masjid Bir Ali, kami melaksanakan sholat 2 rokaat di masjid Bir Ali. Kami sudah mengunakan kain ihrom saat berangkat dari hotel di madinah serta sudah bersiap melaksanakan larangan-larangan berikhrom.

 

Makkah

Tibalah kami di Makkah dengan selamat. Ternyata saat bis kami akan parkir di depan hotel, bersamaan dengan saat kepulangan jamaah sholat Ashar, sehingga jalan raya menjadi macet. Bis kami harus berputar 2 kali agar bisa parkir di depan hotel sambil menunggu jalanan sepi. Nama hotelku di Makkah adalah Al-Massa. Sesampainya di hotel Makkah kami istirahat sejenak dan melanjutkan melaksanakan ibadah umroh secara bersama-sama. Sesampainya di Masjidil Haram yang dilakukan pertama kali adalah sholat tahiyatul masjid serta sekaligus menjamak takdim sholat Maghrib dan Isya’.

Kemudian setelah itu kami melakukan thawaf (mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali. Thawaf selesai 7 putaran penuh dilanjutkan sholat di depan Maqam Ibrahim, dan minum air zam-zam.

Kegiatan selanjutnya adalah Sai (bolak balik dari Bukit Safa dan Marwa sebanyak 7 kali. Aku jadi ingat cerita ibu Siti Hajar saat bersama Nabi Ismail kesulitan di Bukit Safa Marwa ini untuk mencari air. Putaran sai sudah kami laksanakan sampai selesai, tibalah saatnya melaksanakan rukun umrah selanjutnya yaitu tahalul. Kepalaku di cukur gundul di barber shop sebelah hotel sebagai tanda bertahalul.

Selesailah ibadah umrah kami, dan kami dipersilahkan istirahat sejenak di hotel sambil menunggu jamaah sholat fardhu berikutnya. Pada waktu itu jam menunjukkan pukul 02.30 WAS saat kami selesai melakukan prosesi umrah dan setelah istirahat sejenak kami melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di Masjidil Haram.

Udara di Arab waktu itu sangatlah sejuk dan dingin sampai aku kedinginan. Di Makkah kegiatan ku juga sama yaitu beribadah sholat 5 waktu, yang Allah janjikan pahalanya berlipat 100.000 kali lipat dibandingkan sholat di masjid lain. Subhanallah, begitu beruntung aku bisa sholat di Masjidil Haram ini. Masjidnya megah menakjubkan.

Di Makkah kami juga berkesempatan city tour ke tempat bersejarah di seputaran kota Makkah. Ke Jabal Rahmah, ke Jabal Nur (tempat Rasululloh menerima wahyu pertama kali).

Selain sholat fardhu dan sunah, di Masjidil Haram aku hanya bisa melaksanakan thawaf sunah sebanyak 1 kali karena jamaah umroh sangat banyak di akhir tahun ini, sehingga untuk bisa thawaf benar-benar harus berjuang dan mampu berdesak-desakan dengan jamaah lain dari seluruh dunia.

Selama 4 hari aku bermukim di kota Makkah. Tibalah hari terakhir kami, karena kami sudah dijadwalkan harus pulang kembali ke tanah air. Sebelum pulang kami melaksanakan thawaf Wada’ (thawaf perpisahan kepada Ka’bah). Kami panjatkan doa semoga kami masih diberikan usia yang panjang dan kesehatan yang baik, serta ada rejeki sehingga suatu hari nanti kami bisa datang kembali ke Masjidil Haram.

Sebelum thawaf Wada’ ibuku sudah menyiapkan semua koper dan bawaan kami untuk proses chek out dari hotel sehingga setelah thawaf kami bisa langsung melanjutkan perjalanan ke Jeddah. Sampailah kami ke kota Jeddah, kami sholat jamak takdim Dhuhur dan Ashar di masjid Qisos. Setelah makan siang di Rumah Makan Wong Solo Jeddah kami lanjutkan perjalanan ke bandara King Abdul Aziz. Proses pemeriksaan rutin seperti biasa kami lalui di bandara King Abdul Aziz, meliputi pemeriksaan dokumen paspor sampai dengan barang bawaan kita.

Kita langsung terbang menuju tanah air indonesia. Penerbangan pulang kita adalah Jeddah-Solo, kita sampai di indonesia kurang lebih jam 11.00 WIB. Alhamdullilah selamat sampai Gunungkidul. Semoga umrah saya mabrur. Amiin yaa rabbal alamin

 

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT