SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Keberkahan Ilmu

Kamis, 01 Agustus 2019 ~ Oleh Meidia Fithri ~ Dilihat 183 Kali

 

Oleh: Laila Husna, S.Pd.

Guru SD Muh. Al Mujahidin Wonosari

          

          Pendidikan membuat kita berilmu, dan ilmu itu dapat bermanfaat bagi diri dan orang lain. Pendidikan dan ilmu itu semakin mendekatkan kita kepada Allah. Jangan lari dari porosnya, karena Allah itu AL ALIM, Maha Mengetahui dan Berpengetahuan. Dari Allah pendidikan itu terpercik menetes ke dalam otak kita, tidak pantas kita sombong ketika kita cerdas. Terlalu kecil dan kerdil kita untuk sombong di hadapan-Nya. Sesungguhnya yang membuat kita cerdas itu bukan guru, bukan buku tapi Allah. Menjadilah hamba yang mulia dan mampu memuliakan orang lain. Dengan ilmu kita bisa memberikan kebermanfaat bagi orang lain.

            Melalui ilmu, ia akan menjadi penuntun agar tidak salah jalan dalam mendidik anak. Orang tua harus terus belajar, tidak hanya menyandarkan kepada sekolah. memulainya justru dari rumah, bukan dari sekolah. Karena orang tua adalah sosok teladan paling nyata bagi anak-anak. Mau tidak mau ia akan dilihat dan diperhatikan setiap saat oleh anak. Anak membutuhkan contoh yang bisa dilihat, membutuhkan keteladanan dari orang tua. Bukan sekedar arahan dan nasehat.

Belajar itu berawal dari keyakinan dulu, bukan praduka maupun prasangka. Berawal dari iman dulu, berangkat dari Al Quran.

Bacalah dengan (menyebut) nama mu Yang menciptakan,

Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah.

Bacalah, dan mulah Yang Paling Pemurah,

Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam.

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

(QS. Al Alaq:5)

            Iman terhadap tulisan Allah, telah Allah tuliskan segala sesuatunya dalam Lauhul Mahfudz. “pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah mengering”, Allah telah mencatat 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi. Bacalah setiap aksara dalam semesta-Nya melalui kalam-Nya untuk bekal perjalanan kita, karena sesungguhnya masih teramat panjang jalan yang akan kita tempuh hingga kelak sampai pada waktu pertemuan kita dengan-Nya. Selama Allah masih memberikan kita nikmat hidup, gunakan untuk menuntut ilmu sebaik mungkin, Iman dan Islam sebagai ilmunya. Semoga Allah alirkan pahala kepada seluruh ibu di dunia ini yang telah mendidik dan mengajarkan anaknya dengan Islam sebagai ilmunya.

          Islam akan bangkit peradabannya dengan membaca dan menulis. Jangan lemah dalam hal ilmu. Betapa banyak keberkahan ilmu dari Allah jika kita mau bersungguh-sungguh belajar, mengamalkan, dan mengajarkannya kepada orang lain. Sehingga ilmu itu dapat bermanfaat bukan hanya pada diri kita namun kepada orang lain. Betapa begitu luasnya ilmu Allah yang perlu untuk kita pelajari, seluas lautan yang terhampar tanpa kita tau sejauh mana dan sedalam apa. Sematkan kesungguhan dalam menuntut ilmu, selamat menyelami luasnya lautan ilmu Allah dan menjemput keberkahan ilmu Allah. Bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu, kelak ia akan menjadi bekal kita mendidik anak-anak kita. Menjadikan anak-anak kita yang cinta akan ilmu, cinta ilmu Allah yang akan selalu mengamalkan dan mengajarkan kepada orang lain. Mengikatnya dengan tulisan dan mengajarkannya dengan lisan maupun keteladanan.

            Amalkan ilmu dengan serius dan konsisten, memulai dari hal-hal kecil dan bertahap. Karena Allah itu menyukai yang sedikit tapi konsisten. Banyak hal yang sudah kita ketahui ilmunya namun belum kita laksanakan. Mempraktikan akan menambah ilmu, berkah, dan keteguhan. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran:

Dan sekiranya mereka benar-benar melaksanakan perintah yang diberikan, tentu hal itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan iman mereka

(Q. S. An Nisa: 66)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT