SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Marhaban ya Ramadhan

Selasa, 07 Mei 2019 ~ Oleh Meidia Fithri ~ Dilihat 269 Kali

 

Oleh: Puji Rahayu, S.Pd.I

Guru SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari

 

Marhaban Ya Ramadhan. Begitu bunyi sekian banyak spanduk di jalan raya dalam menyambut bulan Ramadhan. Kalimat tersebut dipahami oleh banyak orang kebanyakan dalam arti “Selamat datang”. Ini tidak salah, tetapi amat sederhana. Kata marhaban terambil dari kata rahb yang berarti luas/lebar, yang diucapkan kepada tamu untuk menggambarkan bahwa ia disambut dengan hati yang lapang penuh kegembiraan. Dari akar kata rahb lahir pula kata yang berarti tempat pemberhentian musafir untuk memperbaiki kendaraan dan mengambil bekal perjalanan.

Pada hahekatnya, kedua makna di atas inilah yang dimaksud oleh ungkapan Marhaban ya Ramadhan. Yakni pengucapnya menilai bahwa bulan Ramadhan adalah tamu agung yang disambut dengan kegembiraan dan lapang dada didasarkan oleh kesadaran bahwa melalui bulan ini kita dapat memperbaiki doa, jika ada yang salah dari sikap dan kelakuan kita serta mengambil bekal perjalanan menuju ke akhirat. Karena bulan ini adalah bulan yang penuh ampunan serta di bulan ini pula Allah menjanjikan pengabulan bagi yang tulus berdoa.

Rasululullah SAW berpesan agar melakukan empat hal pokok dalam bulan ini, yaitu:

1. Mengakui keesaan Allah SWT

2. Memohon ampunan Allah

3. Memohon surga

4. Berlindung dari neraka

- Mengesakan Allah bukan sekedar mengakui wujud-Nya yang tidak terbilang, tidak berunsur, tidak beranak dan diperanakkan, tetapi juga tidak mempersekutukan-Nya dalam beribadah, yakni tidak pamrih. Bahkan tidak berkelompok-kelompok yang saling bersebrangan sehingga berakibat terpecahnya kesatuan masyarakat (Q.S Ar-Ruum 30: 32).

- Memohon ampunan-Nya bearti menuntut pengakuan dosa yang disertai dengan penyesalan yang mendalam, mengantar kepada permohonan maaf dan ampunan, baik terhadap Allah maupun sesama manusia.

- Memohon surga dan menghindar dari neraka adalah dengan beramal saleh, yakni mengerjakan yang wajib lalu memilih prioritas sunah yang paling sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi. Shalat sunah di waktu malam adalah hal yang baik, tetapi jangan sampai itu menjadi penyebab terabaikannya kewajiban dikantor. Menghatamkan Al–Qur’an baik, tetapi lebih dari pada itu adalah mempelajarinya dan memahami maknanya lalu mengamalkannya walau hanya sekian ayat.

Dalam kontek meraih surga dan menghindari neraka, Nabi saw. berpesan, "Hindarilah neraka walau dengan separuh kurma.” Maksud beliau adalah jangan segan melakukan kebaikan walau terasa kecil atau sedikit, karena yang kecil lebih baik daripada tiada dan yang sedikit bila berulang menjadi banyak. Beliau juga menyampaikan bahwa, “Seorang yang bergelimang dosa diampuni Allah karena memberi minum seekor anjing.” Di kali lain beliau pun bersabda, "Seorang wanita dimasukkan ke neraka karena mengurung seekor kucing tanpa memberinya makan atau melepaskannya mencari sendiri makannya.“ Kedua contoh diatas adalah amal-amal sederhana, tapi Allah menilainya sangat besar karena keikhlasan dan kasih sayang sosok yang memberi minum anjing dan karena keangkuhan dan ketidak pedulian wanita yang mengurung kucing tersebut.

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT