SD MUHAMMADIYAH AL MUJAHIDIN WONOSARI

Jl. Mayang, Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul

membangun kecerdasan dan keshalehan

Meneguhkan Paham dan Soliditas Muhammadiyah

Jum'at, 07 Desember 2018 ~ Oleh Meidia Fithri ~ Dilihat 588 Kali

 

Oleh: Bp. Sholihin

Orang Tua dari Ulfah Syarifatul Jannah, Kelas 3 Smart

 

       Perkembangan mutakhir menunjukkan berkat media sosial dan relasi komunikasi yang semakin cepat dan luas, warga Muhammadiyah dapat menerima  berbagai informasi ke Islaman dari para muballigh yang beraneka ragam paham dan tipe. Di era demokrasi dan keterbukaan hal itu lumrah terjadi. Boleh jadi sampai batas tertentu dapat menambah informasi, pengetahuan dan kesadaran keislaman. Namun penting dicatat bahwa  manakala tidak terseleksi dengan baik bahkan malah diberikan ruang gerak dakwah di Muhammadiyah yang luas, lambat laun dapat MENGERUS PAHAM KEISLAMAN MUHAMMADIYAH. Anggota Persyarikatan pun akan kehilangan karakter Muhammadiyah. 

   Gerakan dakwah Muhammadiyah mengusung tema besar yaitu Islam berkemajuan. Muhammadiyah menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan membawa perubahan, solutif dan selektif memanfaatkan media sosial secara piawai dan modern. Dakwah Islam yang mengajak bukan mengejek, dakwah yang mencerdaskan bukan membingungkan, dakwah yang mencerahkan bukan yang mendiskriditkan, dakwah yang mengembirakan bukan menyulitkan, dakwah yang memajukan, tetap kokoh dengan prinsip KeIslaman, Islam yang pemahamannya senapas dengan era kontemporer, murni dan mencerahkan, murni dan memajukan yang selalu dinanti masyarakat. Pemahaman Islam yang rahmatal lil’alamin, Islam yang modern dan membangun peradapan.

      Karenanya sangat penting untuk mengembalikan aktivitas keagamaan dengan paham keislaman dan orientasi gerakan Muhammadiyah diseluruh lingkungan Persyarikatan pada koridor Persyarikatan. Pimpinan AUM berkewajiban untuk menjaga dan memagarinya pada setiap lingkungan dan tingkatan.

 

Kembali ke Idiologi Muhammadiyah

       Saat ini, kita yang berada di rumah besar Muhammadiyah harus benar-benar memiliki komitmen idiologis yang tinggi terhadap Muhammadiyah  karena menjamurnya idiologi-idiologi lain yang berseliweran disekitar kita. Berbagai bentuk kegiatan untuk menghayati dan memahami kembali idiologi Muhammadiyah harus terus dilakukan, diantaranya melalui berbagai forumkajian dan pengajian. Bermuhammadiyah bukan sekedar menikmati indahnya hamparan amal usaha, namun Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki sistem paham/idiologis, sistem gerakan dan sistem perjuangan. Paham Muhammadiyah tentang Islam memiliki manhaj tarjih dan tajdid, bercorak pemurnian dan pembaharuan. Idiologi Muhammadiyah adalah paham agama atau sistem gerakan untuk perjuangan  mewujudkan cita-citanya dalam kehidupan. Tujuan gerakan Muhammadiyah adalah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

       K.H. A. Dahlan, pendiri Muhammadiyah meminta agar tidak menduakan Muhammadiyah.  Pesan beliau, “Aku titipkan Muhammadiyah kepadamu”. Untuk menyelamatkan Muhammadiyah, K.H. A. Dahlan berpesan 6 hal :

  1. Hendaklah kamu jangan sekali-kali menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain
  2. Jangan sentimen, jangan sakit hati, kalau menerima celaan dan kritikan
  3. Jangan sombong, jangan berbesar hati, kalau menerima pujian
  4. Jangan jubriya (Ngujub, kibir, riya)
  5. Dengan ikhlas murni hatinya, kalau sedang berkembang harta benda, pikiran dan tenaga
  6. Harus bersungguh-sungguh hati dan tetap tegak pendiriannya (jangan was-was)

 

Memegangi Prinsip Gerakan:

  1. Tidak perlu mudah takjub (gumunan) pada mubaligh, da’i lain karena Muhammadiyah memiliki tokoh dan mubaligh-mubaligh yang banyak dan berkualitas serta ternama dengan ilmu agama dan wawasan yang luas, dan sanad idiologis yang jelas.
  2. Kita tetap saling menghormati dan berukhuwah dengan pihak lain.
  3. Muhammadiyah tidak ekslusif, namun kita ingin merawat keberMuhammadiyahan kita dengan filter paham agama dan idiologi Muhammadiyah secara terbuka dan toleran serta proporsional. Kita kembangkan potensi AMM, proses kaderisasi jangan sampai tersumbat. Karena itulah, PDM Gunungkidul melakukan inovasi gerakan dakwah dengan membentuk Penyuluh Agama Muhammadiyah (PAM). Saat ini sedang digagas Madrasah Muballigh Muhammadiyah dengan target utama terwujudnya Korps Muballigh Muhammadiyah di masing-masing PCM.
  4. Menjaga dan meneguhkan Manhaj Muhammadiyah, putusan-putusan Tarjih dan produk-produk tarjih lainya. Dalam HPT disebutkan bahwa semua putusan Muhammadiyah agar diajarkan, dididikkan kepada anak dan pemuda-pemuda lainya dalam pengajian,kajian,kursus-kursus, ceramah-ceramah agar tambah merata dan banyak manfaatnya.
  5. Menjadikan Manhaj dan Putusan serta Produk tarjih Muhammadiyah sebagai faktor seleksi dan standar berinteraksi idiologi dalam berdialog dengan corak pemikiran keislaman lain yang tidak jarang bercorak ekstrim baik kanan (radikal) maupun kiri (liberal).
  6. Manhaj Muhammadiyah berwatak ‘Wasithiyah” tengahan yang merujuk pada al-Qur’an dan As Sunnah Al Maqbulah, dengan pemahaman yang holistik-integratif, mengunakan akal dan ilmu pengetahuan, menyeluruh (kaafah) menyangkut aspek AQIDAH, IBADAH, AKHLAK DAN MUAMALAH DUNIAWIYAH.
  7. Pendekatan pemahaman keislaman Muhammadiyah tidak parsial, namun mengunakan pendekatan bayani, burhani dan irfani.
  8. Tajdid bersifat purifikasi dan dinamisasi.
  9. Gerakan persyarikatan berorientasi pada faham Islam berkemajuan yang berpondasi pada Tauhid yang murni, memahami Al-Qur’an dan As Sunnah secara mendalam, melembagakan amal sholih yang fungsional dan solutif, berorientasi kekinian dan masa depan, bersikap toleran,moderat dan suka bekerjasama.
  10. Mempedomani panduan idiologis Muhammadiyah yang terkandung dalam Muqoddimah AD, Kepribadian Muhammadiyah, MKCHM, Khittah Muhammadiyah, PHIWM, Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad kedua.

 

Membangun Soliditas Gerakan

        Muhammadiyah memang demokratis, tetapi tetap harus selektif. Terlalu terbuka secara leluasa tanpa seleksi akan merugikan persyarikatan. Kolektif kolegial merupakan karakter manajemen Muhammadiyah. Shidiq, tablih,amanah dan fathonah merupakan cermin dan pantulan kepemimpinan Muhammadiyah.

        Dalam sidang Tanwir Muhammadiyah di Bandung 2012 ditetapkan Gerakan Revitalisasi Idiologi Persyarikatan, yakni:

  1. Meningkatkan usaha-usaha penanaman, pemasyarakatan, dan pengamalan paham Islam dalam Muhammadiyah disertai tuntunan, arahan,pedoman dan bimbingan ke seluruh anggota dan lingkungan kelembagaan Persyarikatan secara intensif, serius dan tersistem.
  2. Mengintensifkan usaha-usaha meneguhkan dan menanamkan kembali pemahaman dan penghayatan atas pemikiran-pemikiran formal dalam Muhammadiyah.
  3. Memantapkan arah dan langkah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, bergerak di bidang dakwah dan tajdid serta tidak terlibat dalam politik praktis.
  4. Konsolidasi amal usaha sebagai bagian dari pembinaan idiologis. Jangan ada pembiaran AUM lepas dari komitmen idiologis dan komitmen gerakan Muhammadiyah.
  5. Mengintensifkan gerakan kaderisasi diseluruh tingkatan secara tersistem dan terpadu, termasuk di AUM.
  6. Melaksanakan dan mengintensifkan pembinaan idiologis diseluruh lini melalui Darul Arqom/Baitul Arqom, pengajian pimpinan, pengajian anggota, kajian-kajian intensif, pembinaan masjid/musholla yang tersistem dan terpadu.

Diperlukan peneguhan paham dan soliditas gerakan Muhammadiyah, agar di AUM tidak menjadi pasar bebas idiologi yang sedang gencar dibawa oleh sales-sales idiologi yang tidak sejalan dengan Gerakan Muhammadiyah. Semoga pengajian ini bisa menjadi pagar dan daya seleksi dari paham dan idiologi lain, Aamiin. Semoga

 

 

 

 

****** Sekian, Semoga Menjadi Ilmu yang Bermanfaat sebagai Amal Jariyah*****Selamat mengamalkan ...

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT